Azizturn's Blog

Just another Aziz blog :D

Pola hubungan antara subjek dan predikat


Pola hubungan antara subjek dan predikat dalam mengolah penalaran dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu induktif, deduktif, dan induktif-deduktif.

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh :

Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Metode Deduktif-Induktif

Metode berpikir Deduktif-Induktif adalah metode yang kalimat utamanya terdapat pada awal paragraph, dan juga di akhir paragraph.

Contoh :

Beberapa tips belajar menjelang Ujian Tengah Semester (UTS). Jangan dibiasakan belajar secara “dadakan”. Artinya belajar sehari atau mungkin beberapa jam sebelum ujian berlangsung. Belajarlah secara bertahap agar ilmu atau materi yang dipelajari dapat terserap dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal lalu mencocokannya, dan menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para mahasiswa memperhatikan saat dosen sedang mengajar.

Dalam hal hubungan kelompok subjek dan kelompok predikat dalam proporsisi, terdapat beberepa jenis proporsisi yaitu :

1.

Semua S adalah semua P

Semua S adalah semua P

Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek sama dengan perangkat yang terdapat dalam predikat.

Contoh Kalimat :

Semua sehat adalah semua tidak sakit.

2.

Semua S adalah P

Semua S adalah P

Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek menjadi bagian dari perangkat predikat.

Contoh Kalimat :

Semua sepeda beroda.

3.

Semua P adalah S

Semua P adalah S

Sebaliknya, suatu perangkat yang tercakup dalam predikat menjadi bagian dari perangkat subjek.

Contoh Kalimat :

Sebagian binatang adalah kera.

4.

Tidak satu pun S adalah P

Tidak satu pun S adalah P

Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek berada di luar perangkat predikat.Dengan kata lain , antara subjek dan predikat tidak terdapat relasi.

Contoh Kalimat :

Tidak seorang pun manusia adalah binatang.

5.

Sebagian S tidaklah P

Sebagian S tidaklah P

Sebalik perangkat yang tercakup dalam subjek berada di luar perangkat predikat.

Contoh Kalimat :

Sebagian air tidak bersih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: